Apa Itu Reksa Dana? Pahami Sebelum Mulai Berinvestasi

Posted on

Apa itu reksa dana? Mungkin pertanyaan ini yang sering ada dibenak calon investor yang ingin mencoba berinvestasi, namun masih ragu dengan pengertian reksa dana serta produk yang cocok maupun keuntungan dari berinvestasi melalui reksa dana.

Reksa dana sendiri bisa dikatakan sebagai salah satu alternatif paling mudah serta aman yang bisa digunakan untuk melakukan investasi dan memiliki banyak jenis produk yang bisa disesuaikan dengan tujuan serta resiko pada masing-masing profil resiko investor, terutama bagi investor pemula.

Baca juga: Apa Itu Investasi

Jenis Produk Reksa Dana

Reksa Dana terbagi menjadi beberapa jenis produk yang masing-masing mempunyai keunggulan yang bisa disesuaikan dengan tujuan investasi anda.

Berikut adalah jenis dari produk reksa dana.

  1. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)
  2. Reksa Dana Pendapatan Tepat (RDPT)
  3. Reksa Dana Saham (RDS)
  4. Reksa Dana Campuran (RDC)
  5. Reksa Dana Index (RDI)

1. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)

Reksa Dana Pasar Uang atau biasa disebut dengan RDPU merupakan jenis reksa dana yang mempunyai jatuh tempo kurang dari satu tahun. 100% dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk deposito maupun Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Dimana para investor bisa menggunakan RDPU ini untuk investasi jangka pendek seperti untuk menyimpan dana darurat. RDPU juga mempunyai resiko yang paling rendah dari jenis reksa dana lainnya serta return yang didapatkan investor juga tidak telalu tinggi.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Reksa Dana Pendapatan Tetap atau RDPT adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan 80% dananya untuk obligasi. Sangat cocok digunakan untuk investasi dengan jangka menengah antara 1-3 tahun semenjak investor membeli produk RDPT.

3. Reksa Dana Campuran (Balance Mutual Fund)

Reksa Dana Campuran atau RDC adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan dana investor kedalam berbagai macam portfolio investasi, bisa berupa saham maupun obligasi. RDC bisa digunakan untuk investasi jangka panjang, yaitu 3-5 tahun. Tingkat return atau pengembalian dana pada RDC lebih tinggi dari pada RDPT.

4. Reksa Dana Saham (Equity Fund)

Reksa Dana Saham atau RDS, sesuai namanya RDS mengalokasikan 80% dana investor pada instrumen saham. RDS mempunyai tingkat return dan resiko yang lebih tinggi dari jenis produk reksa dana lainnya. Produk reksa dana yang satu ini sangat cocok untuk investor yang mempunyai profil agresif atau yang sudah cukup berpengalaman dalam bidang investasi. Jangka waktu RDS sangat bagus untuk investasi jangka panjang, yaitu lebih dari 5 tahun.

5. Reksa Dana Index (Index Funds)

Reksa Dana Index atau RDI adalah reksa dana saham yang meniru pergerakan pada index acuannya. Jadi ketika kita membeli salah satu produk pada RDI, maka grafik yang diberikan tidak jauh beda dengan kita membeli saham pada produk tersebut.

Profil Resiko Investor

Perlu kita ketahui, bahwa setiap investor mempunyai profil resiko yang berbeda-beda berdasarkan dari pengalaman dan pengetahuan berinvestasi yang mereka miliki. Secara umum profil resiko investor dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Konservatif
  2. Moderat
  3. Agresif

Berikut penjelasan dari masing-masing profil resiko investor tersebut.

1. Konservatif

Tipe investor ini adalah tipe yag paling rendah, investor tipe konservatif tidak ingin melihat dananya berkurang pada portfolio investasinya. Biasanya tipe investor ini masih pemula atau tidak terlalu memahami setiap jenis produk reksa dana. Jenis produk reksa dana yang tepat untuk investor tipe ini adalah Reksa Dana Pasar Uang (RDPU).

2. Moderat

Tipe investor moderat adalah tipe investor yang sedikit menyukai resiko namun tidak terlalu besar. Pengetahuan tentang produk reksa dana yang dimiliki pada tipe moderat juga cukup memadai, sehingga tipe investor ini sangat cocok untuk menggunakan produk Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) dan Reksa Dana Campuran (RDC).

3. Agresif

Tipe investor ini bisa dibilang sudah siap untuk menanggung segala resiko dari semua dana yang di investasikan. Pengatuan serta analisa tentang semua produk reksa dana juga sangat dipahami oleh para investor dengan tipe agresif. Perencanaan serta tujuan investasi sangat matang, sehingga produk reksa dana yang sangat tepat adalah Reksa Dana Saham (RDS) maupun Reksa Dana Index (RDI).

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, para investor harus terlebih dahulu mengetahui tujuan utama melakukan investasi, sehingga bisa menentukan produk reksa dana mana yang cocok dengan kebutuhan.

Baca juga: Cara Memulai Investasi Reksa Dana

CentroVestasi

CentroVestasi.com adalah sebuah website yang membagikan informasi dan tips seputar Keuangan, Bisnis dan Investasi, baik itu Saham, Reksa Dana, Properti, maupun Cryptocurency.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Similar Posts